Menurut Panduan Fasilitasi Tanggap Bencana dari Kemendes PDDT Tahun 2021, Desa Tangguh Bencana adalah desa yang sadar risiko bencana, memiliki kegotongroyongan melakukan upaya pengurangan risiko bencana, memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana dan kemampuan memulihkan diri dari dampak bencana yang merugikan.
Bencana merupakan suatu peristiwa yang disebabkan oleh faktor alam maupun non alam yang mengakibatkan rusaknya lingkungan, kerugian material, sampai adanya korban jiwa. Bencana juga dapat menimbulkan trauma yang mendalam bagi para korban yang selamat.
PTAR (PT. Agincourt Resources) sebagai fasilitator berkolaborasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tapanuli Selatan untuk mendukung pembentukan DESTANA di wilayah Kecamatan Batang Toru dan sekitarnya.
Program Pembentukan DESTANA telah direalisasikan di 7 Desa dan 2 Kelurahan yaitu Desa Muara Hutaraja, Desa Hapesong Baru, Kel. Rianiate, Desa Sumuran, Kel. Aek Pining, Desa Wek III, Desa Wek IV, dan Desa Telo.
DESTANA beranggotakan 20 orang relawan terdiri dari berbagai elemen masyarakat desa yang dibentuk menjadi sebuah Tim Rescue. Para relawan diberi berbagai pelatihan mengenai tindakan yang dilakukan ketika menghadapi situasi darurat apabila terjadi bencana.
Kegiatan pelatihan DESTANA yang terkonsentrasi di Desa Telo diadakan selama 2 hari mulai dari tanggal 24 - 25 September 2024 di Gedung Aula Desa Telo. Kegiatan ini dimentori oleh Dr. Syafri Nasution, MM selaku narasumber dari Forum Fasilitator Ketangguhan Bencana (F2KB) Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Fokopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, BPBD Tapanuli Selatan, Community Relation Departement (PTAR).
Peserta diberi pengetahuan mengenai jenis - jenis bencana, analisis ancaman bencana, peran relawan dalam logistik, serta pengerahan dan tidakan evakuasi masyarakat. Tim DESTANA Desa Telo juga diberikan bantuan alat penyelamatan seperti 1 unit Tandu dan 1 set Tenda Posko.
Pembentukan Destana bertujuan agar Desa memilik kemandirian untuk menghadapi ancaman bencana sehingga mampu beradaptasi pada segala kondisi serta melakukan tindakan pemulihan diri apa bila terkena dampak bencana.

By : Rahmat Husein Nst